Jamur Semar Jonggol Kembangkan Ekonomi Warga Desa Sukadamai

Menjadi anggota kelompok Jamur Semar Jonggol, Yuyun, seorang ibu rumah tangga merasakan bagaimana kesibukan barunya dapat memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga kecilnya.

Dirinya mengakui, keterlibatannya dalam kelompok Jamur Semar Jonggol tidak lepas dari peran Bina Swadaya Konsultan yang menjalin mitra bersama Asep Mardi dalam program pemberdayaan inklusif terpadu atau Jonggol PINTAR.

Program Jonggol PINTAR sendiri merupakan pengembangan ekonomi dengan investasi baglog dan plasma jamur tiram di kampung Cimenyan, Desa Sukadamai, Jonggol, Jawa Barat.

“Semenjak ada produksi jamur ini kita sebagai ibu rumah tangga yang tadinya cuma urusin anak jadi ada kegiatan terus alhamdulillah ada pemasukan untuk tambahan”, ujar Yuyun.

Yuyun menjelaskan, dirinya dapat berkerja bersama 11 anggota wanita lainnya jika Asep mendapat pesanan. Mereka mulai bekerja sejak pukul 6 pagi dengan memasukkan media tanam ke dalam baglog, lalu dilanjutkan kembali sekitar pukul 9 pagi untuk menutup baglog menggunakan ring pipa setelah dilakukan pengepresan.

“Kalau ini kan dikerjakan pagi tidak lama, paling satu jam, entar siang kalau nutup satu jam setengah palingan” katanya.

Berperan sebagai pencatat administrasi di kelompoknya, Yuyun juga bertugas mendata baglog yang diproduksi oleh tiap anggota dan membagi rata penghasilannya.

“Untuk satu baglog dikasih Rp 150. Semua dibagi rata dengan ibu-ibu yang lain dengan hasil produksi baglog masing-masing”, ujarnya.

Yuyun terlihat tekun dan cepat saat bekerja menutup tiap baglog. (Foto: Dok Bina Swadaya Konsultan)

Dirinya mengakui, penghasilan yang diperoleh bergantung pada jumlah pesanan yang masuk. Jika dalam sekali produksi anggota mampu memproduksi 10 ribu baglog maka anggota tersebut memperoleh penghasilan sebesar Rp 150 ribu. Penghasilan tersebut bisa makin bertambah lagi jika banyak pesanan jamur yang masuk ke kelompok.

Selain dapat memberikan penghasilan tambahan, berkerja di saat masa pandemi sekarang ini Yuyun bersyukur dapat berkumpul bersama anggota lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah sekali dapat silahturahmi sama ibu-ibu juga, kalau tidak ada (orderan) jarang kumpul, kalau begini kan senang bisa kumpul ketemu sambil kerja sambil ngobrol”, katanya.

Selain menjadi anggota kelompok, Yuyun juga membuka usaha mandiri sebagai penjual online. Namun diakuinya, masa pandemi saat ini membuat penjualan online sedikit terganggu karena keterlambatan barang dari supplier.

Sebagai ibu rumah tangga dengan 1 orang anak, dirinya bersyukur bisa bergabung ke dalam kelompok jamur semar jonggol yang dapat memberikan penghasilan tambahan khususnya untuk membeli kebutuhan sembako bagi keluarganya.

Anggota wanita kelompok Jamur Semar Jonggol sedang bekerja menutup baglog setelah dilakukan pengepresan.
(Foto: Dok Bina Swadaya Konsultan)


Leave a Reply