September 7, 2026

Bersama BAKTI Komdigi, Bina Swadaya Konsultan Perkuat Fasilitator Digital bagi Nelayan di Anambas dan Kelompok Tani di Sintang

Transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan konektivitas, tetapi juga memastikan teknologi dapat dipahami dan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Bagi kelompok tani dan nelayan, pemanfaatan teknologi digital dapat membuka akses terhadap informasi, memperluas peluang usaha, serta mendukung produktivitas di tengah dinamika aktivitas mereka.

Untuk mendorong hal tersebut, BAKTI Komdigi bersama Bina Swadaya Konsultan melaksanakan Training of Trainers (ToT) Jaringan Fasilitator Adopsi Teknologi Digital di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau dan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan fasilitator yang tidak hanya memahami teknologi digital, tetapi juga mampu menerjemahkan pemanfaatannya ke dalam kebutuhan dan konteks masyarakat di wilayah masing-masing. 

Mempersiapkan Fasilitator di Kepulauan Anambas

Di Kabupaten Kepulauan Anambas, kegiatan dibuka oleh Ibu Fika dari BAKTI Komdigi, bersama perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP), serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). 

Sebanyak empat peserta mengikuti rangkaian pelatihan dan dipersiapkan menjadi Local Champion bagi kelompok nelayan di wilayahnya. Melalui proses pembelajaran dan praktik, peserta dibekali pemahaman serta keterampilan yang dapat digunakan untuk mendampingi nelayan dalam memanfaatkan teknologi digital secara lebih relevan dan aplikatif.

Peran Local Champion menjadi penting karena proses adopsi teknologi tidak berhenti pada pengenalan teknologi itu sendiri. Dibutuhkan pendamping yang memahami kondisi lokal dan mampu membantu masyarakat melihat bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan sehari-hari. 

“Saya secara pribadi merasakan banyak manfaat dari pelatihan ini. Kami mendapatkan ilmu tentang kehidupan dan keseharian nelayan, termasuk cara mengelola pemasukan dan pengeluaran dengan lebih tepat. Sebagai calon fasilitator, saya juga belajar bagaimana berinteraksi dengan audiens, mengatasi rasa gugup dan menyampaikan materi dengan baik. Ilmu yang diberikan para mentor sangat jelas dan bermanfaat”, ujar Riki Saputra salah satu peserta dari Anambas.

Memperkuat Kapasitas Fasilitator di Kabupaten Sintang

Kegiatan dibuka oleh Ibu Nina dari BAKTI Komdigi, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, Bapak Drs. Igor Nugroho, M.Si., serta perwakilan Dinas TPH Kabupaten Sintang, Bapak Tiyono.

Lima peserta mengikuti pelatihan dan dipersiapkan sebagai fasilitator yang nantinya akan mendampingi kelompok tani di wilayah masing-masing. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas lokal agar pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital dapat diteruskan secara berkelanjutan kepada masyarakat. 

Dengan adanya fasilitator di tingkat lokal, kelompok tani diharapkan dapat memperoleh pendampingan yang lebih dekat dengan aktivitas dan tantangan yang mereka hadapi. Teknologi pun dapat diperkenalkan bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan sebagai alat yang dapat mendukung kebutuhan produktivitas, informasi, maupun pengembangan usaha. 

“Saya merasa sangat senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini karena mendapatkan ilmu yang nantinya bisa saya bagikan kepada teman-teman di wilayah saya, terutama terkait pemanfaatan teknologi digital,” ujar Muklas Adi Putera, salah satu peserta dari Sintang.

Menghubungkan Teknologi dengan Kebutuhan Nyata Masyarakat

Salah satu kunci keberhasilan transformasi digital adalah adanya jembatan antara teknologi dan penggunaannya. Dalam konteks masyarakat pedesaan, fasilitator memiliki peran strategis untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada komunitas. 

Para fasilitator yang dipersiapkan melalui program ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara teknologi digital dan kebutuhan nyata kelompok tani dan nelayan. Mereka akan berperan dalam meneruskan pengetahuan, memberikan pendampingan, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah. 

Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai aktor yang memiliki kapasitas untuk menentukan bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan dan pengembangan usaha mereka.

Dari Konektivitas Menuju Dampak

Hadirnya konektivitas merupakan langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap dunia digital. Namun, konektivitas baru akan memberikan dampak ketika masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan dukungan yang memadai untuk memanfaatkannya.

Melalui penguatan kapasitas fasilitator di Anambas dan Sintang, upaya adopsi teknologi digital diharapkan dapat berlangsung secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Para fasilitator menjadi bagian penting dalam memastikan pengetahuan terus diteruskan dan teknologi dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pelatihan ini sebagai langkah penting untuk mendorong petani dan nelayan semakin adaptif terhadap teknologi digital. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari untuk meningkatkan akses informasi, produktivitas, dan pemasaran”, terang Krisnaldi sebagai narasumber tenaga ahli digital marketing Bina Swadaya Konsultan.

Menghadirkan konektivitas adalah langkah awal. Memastikan konektivitas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adalah tujuan yang terus kita dorong.