Bina Swadaya Konsultan kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas generasi muda melalui penyelenggaraan Community Empowerment Training for Youth. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 25–26 Februari 2026 yang diikuti oleh 11 peserta dari berbagai latar belakang mulai dari pegiat komunitas, pendamping lapangan, hingga profesional muda yang memiliki kepedulian terhadap isu pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang interaktif, reflektif, dan aplikatif, dengan tujuan membekali peserta pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis untuk diterapkan langsung di lapangan.
Menguatkan Fondasi Pemberdayaan
Pada hari pertama, peserta diajak kembali pada esensi pemberdayaan melalui materi Dasar-Dasar Pemberdayaan. Sesi ini membahas prinsip, nilai, dan pendekatan yang menjadi fondasi kerja-kerja pemberdayaan masyarakat. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merefleksikan praktik-praktik yang selama ini berjalan—apa yang sudah sesuai prinsip, dan apa yang perlu diperkuat.
Materi dilanjutkan dengan Teknik Identifikasi Masalah, yang menjadi kunci dalam memastikan setiap intervensi berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Peserta dilatih menggunakan pendekatan partisipatif untuk menggali persoalan secara sistematis, mengidentifikasi akar masalah, serta merumuskan prioritas program secara bersama-sama dengan komunitas.
Mempertegas Peran Pendamping
Hari kedua difokuskan pada penguatan kapasitas personal dan strategis sebagai agen perubahan. Dalam sesi Peran Pendamping dalam Program Pemberdayaan Masyarakat, peserta diajak memahami bahwa pendamping bukan sekadar pelaksana kegiatan, melainkan fasilitator proses belajar sosial. Pendamping berperan membangun kesadaran kritis, mendorong partisipasi aktif, serta memastikan keberlanjutan inisiatif masyarakat.
Diskusi yang dinamis memperkaya perspektif peserta mengenai tantangan di lapangan—mulai dari dinamika sosial, relasi kekuasaan, hingga pentingnya menjaga integritas dan keberpihakan pada kelompok rentan.
Kelompok Swadaya Masyarakat sebagai Strategi Berkelanjutan
Salah satu materi kunci dalam pelatihan ini adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai Strategi Pemberdayaan. Peserta memahami bahwa pengorganisasian masyarakat dalam bentuk KSM bukan sekadar pembentukan kelompok administratif, melainkan strategi untuk membangun kemandirian, solidaritas, dan daya tawar kolektif.
Melalui studi kasus dan simulasi, peserta belajar bagaimana membangun KSM yang sehat berbasis kebutuhan, memiliki tata kelola yang jelas, serta mampu mengelola sumber daya secara transparan dan akuntabel.
Narasumber Berpengalaman di Bidangnya
Pelatihan ini difasilitasi oleh Mundlofar dan Puspita Nursari , sebagai supervisor program Bina Swadaya Konsultan yang telah berpengalaman dalam pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat. Dengan pendekatan yang partisipatif dan kontekstual, keduanya menghadirkan suasana belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif.
Berbekal pengalaman panjang Bina Swadaya dalam mendampingi masyarakat selama lebih dari lima dekade, pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bekerja secara profesional, reflektif, dan berdampak.
Investasi untuk Dampak Jangka Panjang
Community Empowerment Training for Youth bukan sekadar agenda pelatihan dua hari. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan investasi pengetahuan dan sikap bagi para peserta untuk terjun langsung membangun perubahan sosial di komunitasnya masing-masing.
Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, Bina Swadaya Konsultan percaya bahwa pemberdayaan yang kuat lahir dari proses yang terencana, partisipatif, dan berakar pada kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Bina Swadaya Konsultan akan terus menghadirkan ruang-ruang belajar strategis bagi para agen perubahan muda—karena masa depan pemberdayaan ada di tangan generasi yang terlatih, berintegritas, dan berpihak pada masyarakat.





